Apr 25, 2008
Jualan Buku
Semenjak bulan November tahun lalu, aku jualan buku di BukuMurMer.

Gimana rasanya?

Hmm...menyenangkan!

Sejak kecil, aku memang suka buku--dan suka belanja buku. Dan, ternyata, jualan buku juga sama serunya. Ada yang koleksi pribadi, ada yang koleksi temen.

Cuma ya itu, secara aku juga penggila buku, titipan temen suka aku beli sendiri. Hahaha! Apalagi kalo pas buku yang aku cari2 sejak lama.

Untuk yang koleksi pribadi, jujur, aku beraaat banget ngelepasnya. Tapi, aku kembali ke niat awalku ngumpulin buku, yaitu: untuk jadi warisan. Hehehe...iya, aku mo ngewarisin buku buat anak2ku (Hana dan adeknya). Jadi, aku mulai pilih2 buku mana yang pas diwarisin mana yang kurang pas--mudah2an aku nggak salah pilih...hehehe).

Ada buku yang belum kuputuskan mo dilepas atau nggak. Masih menimbang-nimbang perlu diwarisin ato nggak. Biasanya, yang begini karena aku kurang suka buku itu tp khawatir Hana (dan adeknya) suka. Atau, sebaliknya, aku suka tapi gak yakin pas buat diwarisin.

Hahaha! Ribet amat!

Tapi, pokoknya, jualan buku adalah satu hal terindah yang pernah kujalani dalam hidup ini. Seneng kalo ada pembali yang excited dan kalap (hahaha!), bukan dari segi duitnya--walau justru duit (baca: uang) lah yang memicu usaha sampingan ini--, tapi dari segi kepuasan di hati. Karena, aku tau banget rasanya kalo ketemu buku yang kita idam2kan: happy setengah mati!


Mudah2an, dengan segala kesibukan yang ada, aku akan tetap bisa jualan buku. Terlalu manis untuk ditinggalkan!

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 08:34 | Permalink | 0 komentar
Dec 28, 2007
Selesai Diedit: a novel
Akhirnya, tadi pagi, selesai juga itu novel kedua diedit. Novel ini dah lama aku tulis. Lupa persisnya kapan tapi yah tahunan gt deh. Just like si Q yang prosesnya juga gak sebentar.

Secara belakangan lagi semangat, langsung aku edit.

Aku pikir bakalan banyak perubahan. Ternyata gak. Cuma benerin tahun dikit, ganti istilah, sama benerin cerita yang kurang logis dikit.

Lucunya, pas banget deh ma jurnal2 Rini, tentang revisi.

Rencananya, mau aku endapin dulu si novel ini. Gak lama2 sih. Abis tu aku baca lagi. Kalo masih ada yang kerasa kurang pas, mo aku edit lagi.

Bis tu?

Hm...insya Allah mo aku kirim ke penerbit.

Gak self-publishing lagi?

Hm...gak dulu...pertama karena gak punya dananya, kedua krn lg pingin puas2in nulis dulu (self-publishing cukup makan waktu banyak, jd takutnya gak bisa puas2in nulis)...

Tapi, gak tau juga ke depannya gmana...

Yah, aku berdo'a aja buat yang terbaik. I believe that Allah will give me only what's best...

Amin.

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 07:19 | Permalink | 0 komentar
Dec 7, 2007
Menuju Jogja...Satu Dasawarsa...
Satu dasawarsa sudah aku gak menginjakkan kaki di Joga, tapi thanks to Festival Literasi Indonesia 2007, kesampean juga deh ke sana...lagi..

Sekitar dua minggu yang lalu, Ryu yang baik hati ngasih tau kalo ada yang nyariin aku di kotakbuku.com. Nah, ternyata yang nyari itu adalah panitia festival tsb yang akan diadakan di Jogja. Mereka mo ngundang aku 'ngoceh' di salah satu sesi workshopnya dengan tema self-publishing.

Wah, tadinya aku sempet deg2an, bisa gak ya? Iya nih, penyakit gak PD akutku mang sering kambuh di saat2 yang genting!



Tapi, akhirnya, berkat dukungan Abi, aku mengiyakan.

Rencananya, Aku, abi n Hana mo sekalian spend the weekend di sana. Naik kereta, nginep2 gt. Tapi, apa daya, Hana sakit panas sejak Sabtu lalu dan baru turun panasnya hari Kamis kemaren--Rabu sempet periksa darah n alhamulillah bukan DBD. Jadi, kayaknya batal liburan bersama.

Akhirnya, aku aja deh yang brangkat, pulang hari. Brangkat Sabtu pagi, pulang sabtu sore krn gak pingin nginep secara kayaknya Hana belum sembuh 100%--kayaknya sih campak ya...doain aja mudah2an segera pulih, thanks.

So...yaaa..aku akan nyampe di sana jam 07.25 (pake flight paling pagi) dan pulang jam 17.25, nyampe Jkt jam 18.30. Acara workshopnya jam 10-12 (lokasinya blm jelas d mana).

Doain ya aku selamat sampai tujuan dan balik ke Jakarta tanpa kurang suatu apapun. Hehehe...norak deh, secara terakhir naik pesawat itu dan 8 tahun yang lalu...wakakakakak...

*picture borrowed from here*

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 11:11 | Permalink | 0 komentar
Nov 14, 2007
Reading Level
cash advance

Labels:

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 11:57 | Permalink | 0 komentar
Sep 5, 2007
2 Penulis yang Menginspirasi
Sebanarnya, banyak sekali penulis-penulis (dan pekerja buku lainnya) yang menginspirasi. Tapi, belakangan ini ada dua nama yang cukup bikin aku semangat. Rini Nurul Badariah dan Primadonna Angela.

Postingan Rini, my dear friend, selalu memompa semangatku sampai level teratas. OMG, dia sudah selesai mengerjakan ini, dan lagi mulai mengerjakan itu? Wow! Bukan cuma postingannya sih sebenarnya, tapi juga obrolan2 kami di YM. Mulai dari ngomongin kerjaan sampai hal2 lain, semua bisa menginspirasi dan membangkitkan semangat.

Postingan Donna tentang project2nya sementara ia disibukkan dengan ke-2 anaknya dan online bisnisnya juga menjadi pemicu semangatku. Belum selesai aku terkagum2 dengan rencana penerbitan satu novelnya, dia sudah mulai membahas karya lain.

Energi kedua perempuan hebat ini sepertinya gak ada habisnya. Sementara kok nampaknya energiku cepat habis? Hm...ini berarti ada yang harus kubenahi.

Mudah2an segera ketemu apa yang harus dibenahi, sehingga semangat dan inspirasi yang kudapat dari Rini dan Donna gak terbuang sia-sia tapi bisa menghasilkan sesuatu.

Amin.

*Aku juga terinspirasi dengan kata2 Isman, suami Donna, di milis Writer's Tavern, "Ide Tidak Akan Berharga, Tanpa Diwujudkan."*

*Yuk, mari kita wujudkan ide2 yang sudah lama cuma bisa menari2 di kepala...siapa tahu ide itu bisa menari2 dalam aliran kata-kata di dalam sebuah buku yang di covernya ada nama kita...*

Labels: , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 19:44 | Permalink | 1 komentar
Aug 12, 2007
[Resensi] Risalah Cinta oleh Helvy Tiana Rosa
Walau sebagian tulisan Mbak Helvy di buku ini pernah kubaca di multiply, namun aku tak menyesal membelinya, sama sekali.

Kisah-kisahnya memang terlalu bagus untuk tidak dibukukan. Sayang jika hanya segelintir orang yang dapat membacanya. Dengan mengumpulkannya dalam sebuah buku, akan lebih banyak lagi orang yang dapat menikmati rangkaian kisah hidup Mbak Helvy dan keluarga yang begitu menyentuh hati.

Aku tidak membacanya secara berurutan. Tulisan-tulisan yang pernah kubaca di MP Mbak Helvy kulewati. Tapi, akhirnya, tak tahan juga aku untuk membacanya lagi.

Semua kisah di dalamnya begitu menggugah. Jika harus memilih salah satu di antaranya, rasanya sulit sekali. Masing-masing terlalu indah untuk dijadikan lebih dari yang lain.

Apakah kisah ‘ijazah’ Mas Tomi kepada sang istri tercinta? Atau kisah sahabat-sahabat Mbak Helvy serta perjuangan mereka dalam berjilbab? Atau keindahan hati Faiz, sang buah hati? Aku tak bisa memilih.

Di setiap kisah, aku belajar. Ada senyum, tawa, hingga tangis saat kubuka lembar demi lembar halaman yang penuh cinta itu. Jika memang Mbak Helvy ada di sisiku saat itu, aku pasti sudah memeluknya.

Hatiku tergugah. Betapa Mbak Helvy bisa mengajarkan banyak hal tanpa menggurui, atau terkesan sombong. Betapa indahnya berbagi kebaikan dalam ketulusan.

Tak salah jika selama ini aku memang mengaguminya.

Terima kasih, Mbak, karena telah menyentuh dinding hatiku yang terdalam dengan rangkaian kata-kata indahmu.

* Terima kasih juga buat Otty yang sudah membantu membelikan buku ini, beberapa bulan yang lalu.*

Labels: , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 15:59 | Permalink | 3 komentar
Jun 20, 2007
[Review] Biru Hitam Merah Kesumba oleh Lulu Ratna, Olin Monteiro, Oppie Andaresta, Vivian Idris
Waktu masih kuliah, aku dekat sekali dengan yang namanya puisi. Bukan cuma membaca, tapi juga menuliskannya.

Tapi, belakangan aku jarang bersinggungan dengan puisi. Karena itu, aku senang sekali ketika Olin, salah satu penulis, menghadiahkan buku kumpulan puisinya bersama 3 perepuan--yang mengaku--bukan penyair ini.

Tak sabar, dalam perjalanan pulang, di Bus Kopaja 66, aku membuka-buka buku ini. Oh ya, kalau baca puisi aku nggak suka runut dari depan ke belakang. AKu lebih suka secara acak.

Belum selesai, kulanjutkan di rumah, pada malam hari, sebelum tidur. Semestinya aku menuliskan review ini beberapa hari yang lalu, tapi belum sempat.

Aku suka semua puisi dalam buku ini. Mungkin karena begitu dekat dengan keperempuanan. Apa yang mereka tuangkan dalam kata-kata pernah kualami sendiri. Seperti dalam puisi Darah Sialan, Marah dan Hormon, Tentang Morning-Afternoon-Evening Sickness, Anak Sayang dan Amartya in My Life.

Selain puisi-puisi yang sudah kusebut di atas, terdapat beberapa puisi lain yang paling aku suka, di antaranya Tiba-tiba Aku Ingin Menangis, Postcard Journey, Kagumi Saja Aku, Meniti Angin, Do You Wish for a Poem, My Dear?, dll.

Buku kumpulan puisi ini kembali membawaku pada kerinduan yang mendalam pada potongan-potongan kata dalam bait-bait puisi yang kutulis dulu. Buku ini juga membuatku--sekarang--semakin menyesal setengah mati karena pernah batal membeli sebuah buku puisi dari salah satu penulis favoritku.

It's a beautiful book...if you're a woman, you must share the same thought.

Visit http://perempuanbukanpenyair.net/

Labels: , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 15:18 | Permalink | 0 komentar
Jun 18, 2007
My Weekend & Monday Morning: Quadrangle, Hana, Mertua dan Penulis Lepas
Hari Sabtu siang, aku, Abi n Hana mutusin buat leye2 aja di rumah. Tadinya memang gak mo ke mana2 sama skali sih. Tapi, pas sore2 ngobrol sama my brother, jadi pengen cek Quadrangle ke toko buku. Dan, dia mo nganter.

Akhirnya abis Maghrib, aku, Abi, Hana, Najib (my bro), dan Mbak-nya Hana berangkat. Pertama kita menuju Gramedia Matraman. Rame! Tuing! Ketemu Quadrangle-nya. Hihihi...langsung deh norak2 foto2. Padahal sebenernya boleh gak sih moto2 di toko buku?

Fotonya? Hm...belum aku upload nih. Batere kameranya abis. Kaget kali ya dipake moto Quadrangle.

Secara Quadrangle berada satu rak dengan Ms. B-nya Fira yang baru, aku belilah si Cool Cucumber itu--sempet nyari2 awal Juni kmaren tp gak nemu2 (hmmm...bukannya lg puasa beli buku ya aku?). Trus, Hana beli buku juga (ini mah wajib). Tapi, alhamdulillah Hana kalo minta apa2 gak ngotot. Aku udah bilang kalo dia cuma boleh beli 1. Dia dah pegang 2. Hm...untungnya dia akhirnya mau pulang dengan 1 buku saja.

Abis dr Gramed Mtrmn, kami meluncur ke Gunung Agung Kwitang. Tuing! Nyampe2 jam 20.45. Dah mo tutup secara toko buku satu ini tutupnya jam 21.00. Oh...

Karena buru2 dan panik, kami gak nemu Quadrangle di antara rak2 novel. Duh! Tapi, berkat bantuan para petugas yang ramah dan baik ahti, I could locate it. Senangnya...

Abis tu, kami memutuskan pulang. Tadinya mo mampir di AW, mo beli wafelnya. Tapi sayang, dah mo tutup. Hana bete deh!

Pas lewat Manggarai, Hana liat logo McD, langsung deh, "Bunda, Hana mau McD aja deh."

Yah...pas McD-nya lewat, Hana mulai nangis2. Biasa, gaya2 manipulatif ala anak kecil gitu deh. Bukannya apa2, Hana lagi batuk dan kalo ke McD, Hana pasti maunya minum es gitu. Ck! (Oh ya, Hana aku gak biasain makan ayam2 di fast food gitu, takut ada masalah dengan hormon, seperti beberapa kerabat yang membiasakan anaknya makan ayam2 itu dan sekarang ini anak perempuannya mendapat haid pada usia yang sangat muda -- CMIIW yaaa...)

Dan, bener deh, Hana makan es di McD Tebet. Dan, malem2nya batuk2.

Minggu paginya, sebelum ke rumah Uminya Abi, aku dan Abi memutuskan untuk leye2 sebentar secara malam sebelumnya aku ngebut ngerjain terjemahan.

Kami baru berangkat jam 11-an. Seperti biasa, di rumah mertua, aku (dan sekarang bersama menantu baru, istri adiknya Abi) dihadapkan dengan hidangan2 yang glek...enak2 dan yah begitulah...harus dimakan! Hahaha...kalo udah ke sana sih, perut gak mungkin kosong. Menantu baru kaget2 juga jadinya...hihihi...aku sih dah mulai bisa nolak2 tapi dia masih malu2 nolaknya.

Abis tu, kami pulang. Sebelum Maghrib.

"Secepat itu?" kata sang mertua tercinta.

Iya...soalnya abis Isya Abi ada pengajian di Mushalla depan rumah Mama-Papa-ku, pengajian mingguan.

Selesai pengajian, kami pulang. Hana bobo, Abi ke warnet, aku nerjemahin. Abis tu baru kami bobo.

Menjelang jam 3, Hana batuk2. Duh...Hana bandel sih...jadi bobonya gak tenang gt. Kalo Hana dah begitu, aku juga susah bisa tidur pules. Yang ada liatin dia, usap2 ato pakein vicks.

Hasilnya? Tadi pagi brasa nguantuk banget. Lemes. Hm...untung ada penyegar. Quadrangle bisa dibeli di Penulis Lepas! Dan, tadi liat halamannya, langsung hepi dan seger lagi deh.

BTW, doain ya Quadrangle bisa laku...selain di Gunung Agung, Gramed, Kinokuniya, Bursa Media, Pasar Tebet Barat, kutukutubuku.com, inibuku.com, bukukita.com, dan Penulis Lepas, Quadrangle juga bisa dibeli langsung ke aku...PM aja yah!

Labels: , , , , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 15:09 | Permalink | 0 komentar
Jun 15, 2007
Niken, Marcel Pagnol, Olin Monteiro

Pagi2 bangun, gedebukan di rumah, siapin sarapan, mandi, trus brangkat.

Ketemu Niken, temennya Rida. Ngobrol2 bentar, trus selesai.

Hm...masih jam 10-an. Padahal appointment selanjutnya adalah jam 12 siang. Lama juga ya?

Akhirnya mutusin buat turun dari bus 66 di depan Pasar Festival, penasaran ama toko buku yang di pojokan (udah bbrp kali liat tp lom sempet mampir).

Turun, menuju teras toko: nemu beberapa majalah yang kalo barunya harganya muahal banget. Penasaran, pingin baca2 buat jadi refensi tulisan. Beli deh.

Masuk ke dalam toko: nemu beberapa buku menarik. Oh, sayang...lagi puasa blanja buku nih. Jadi harus menahan keinginan.

Tapi oh tapi...nemu sebuah buku yang membuat kenangan melayang ke suatu kelas di salah satu gedung di FSUI (dulu FIB). Le Château de ma mère karya Marcel Pagnol. Dulu aku pernah buat makalah karya Marcel Pagnol ini, tapi bukan buku yang kutemukan itu, tapi buku lainnya yang berjudul La Gloire de mon père. Jadi kangen kuliah...ehm!

Akhirnya aku melanjutkan perjalanan dengan tas berisi beberapa majalah murmer dan sebuah buku penuh kenangan itu.

Oh ya, buku itu berbahasa Prancis. I think that's one of the reasons why I bought it anyway. Gile, dah berapa tahun (7 kayaknya), aku gak baca buku dalam bahasa Prancis! Well, this book might be a good beginning. Waktu aku baca sinopsis di back-cover-nya sih ngerti2 aja. Tapi, pas ngintip halaman pertamanya...tuing! Il y a beaucoup de mots dont le sens j'ai oublie!(Banyak banget kata2 yang aku lupa artinya). Menyedihkan.

But, I won't give up. Aku bakal baca ini buku--walo gak tau kapan .

Trus naik 66 lagi yang menuju Sudirman. Turun di depan Ratu Plaza dan jalan sampai ke PS. Ketemu deh ama Olin, a great new friend I found di dunia maya. Olin mau bantu aku mewujudkan sesuatu (apa sesuatu itu, kapan2 aku ceritain). Dan, Olin kasih hadiah kalung yang keren banget, plus buku puisinya, Biru Hitam Merah Kesumba yang ditulisnya bareng Lulu Ratna, Vivian Idris, dan Oppie Andaresta. *tar aku review deh, bagus!*

So, itulah hari yang aku lewati kemaren bersama 3 orang yang berbeda2. 2 perempuan, 1 laki2. Hm...too bad yang 1 itu dah passed away.

Hari ini? Full di kantor.

Labels: , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 12:04 | Permalink | 0 komentar
May 16, 2007
[Quadrangle] Nadiah Merencanakan, Allah Menentukan (+jurnal B'DAY)
Nadiah, dengan segala keterbatasan yang ada...merencanakan Q pada hari H tanggal T...

Allah, dengan segala ketidakterbatasan-Nya...menetapkan Q pada hari H+n tanggal T+n...

Sedikit masalah membuatku harus rela bahwa kelahiran Quadrangle tidak terjadi pada hari H, tapi pada hari H+n...

n-nya sendiri belum diketahui berapa...

Sedih sih...makanya semalem sampe muncul jurnal ini...

Allah begitu sayang padaku, sehingga di hari ulang tahun ini, Ia menunjukkan kebesaran-Nya dengan cara yang unik.

7 tahun terakhir dalam hidupku (selepas kuliah), memang merupakan proses pendewasaan diri yang tak habis2nya. Kalau sebelumnya segalanya begitu mudah buatku, begitu lancar, begitu memberikan kenyamanan, tapi kemudian aku harus berhadapan dengan banyak hal yang membuat aku berpikir. Benar-benar berpikir.

Pernah aku lelah sekali dengan semua rintangan itu, tapi alhamdulillah, lagi2 rasa sayang-Nya begitu besar sehingga entah bagaimana aku bisa bangkit.

Mungkin karena keluarga dan teman2 yang begitu menyayangiku. Mungkin karena Jidah yang begitu tegar. Mungkin karena Mama yang kasih sayangnya tak pernah habis. Mungkin karena Hana, yang di matanya selalu ada semangat.

Terima kasih, Jidah, Mama, Hana (Quadrangle Nad persembahkan buat kalian bertiga). Terima kasih, keluarga.Terima kasih, teman2.

Yang mendo'akan dari jauh. Yang mengirimkan ucapan selamat. Yang mendukung sepenuh hati.

Terima kasih.

When youre weary, feeling small,
When tears are in your eyes, I will dry them all;
Im on your side. when times get rough
And friends just cant be found,
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.

When youre down and out,
When youre on the street,
When evening falls so hard
I will comfort you.
Ill take your part.
When darkness comes
And pains is all around,
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.

Sail on silvergirl,
Sail on by.
Your time has come to shine.
All your dreams are on their way.
See how they shine.
If you need a friend
Im sailing right behind.
Like a bridge over troubled water
I will ease your mind.
Like a bridge over troubled water
I will ease your mind.


Bridge Over Troubled Water

by Simon And Garfunkel


*Ternyata di usiaku yang memasuki kepala 3 ini, Allah memiliki kado yang lebih indah...*

Labels: , , , , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 10:52 | Permalink | 0 komentar
May 14, 2007
[Quadrangle] H-3.5 - H-3 - H-2
Kemaren ngendon di rumah n males keluar buat jalan2 ke warnet spy bisa posting jurnal H-3. Jadi, aku bikin skarang aja, rapel!

H-3.5

Udah santai? Santai apaan? Huhuhu!

Sabtu sore, aku lagi jalan2 ma Hana n Mbaknya (b-3 aja, soalnya si Abi mo nyukur). Pertama kita naik bajaj ke rumah Tante Titi, penjahit langgananku, untuk ambil seragam resepsi adik iparku (aku n Hana seragaman loch!). Habis itu rencananya mo ke McD krn Hana pengen es kim.

Eh, pas lagi nyobaik itu baju satu2, HP-ku berbunyi. Dari PERCETAKAN!

"Mbak, ada masalah nih..."

Again?!!!

Well, cannot blame him juga sih secara memang cover-nya rada unik. Akhirnya keluarlah aku dr rumah sang penjahit dan nunggu taksi d depan gang. Sebenernya sih bisa naik bajaj ke lokasi percetakan...hmmm...tp aku bawa Hana, bisa diceramahin Mama seharian bawa Hana naik bajaj sejauh itu. Nunggu 5 menit, 10 menit...12 menit...give up! Aku manggil sebuah bajaj yg lewat.

"Bang, ke stasiun."

Kok ke stasiun? Iya, cuma butuh ketemu jalan raya supaya nyari taksinya gampang.

Nunggu taksi tarif lama yang aman tnyata gak sebentar. Setelah taksi ke-5, baru bisa aku naik. I looked at Hana's face. She looked sooooooooooo happy! Yeah...petualangan di atas kendaraan kalo buat dia, sementara buat emaknya, gak banget.

Sampai di percetakan, akhirnya aku mengambil keputusan tersimpel, gak ribet, dengan berdamai dengan keadaan. Bukan apa2, kesian Hana, udara di percetakan gak sehat banget.

Akhirnya kita nunggu taksi lagi di depan percetakan itu. Tarif lama gak lewat2, sementara jam dah menunjukkan pukul 17. 40. Males banget jalan2 Maghrib2 bawa Hana. Akhirnya si Taksi biru bertarif barulah yang jadi pilihan (sambil miris lihat argonyah!).

Yes, kita nyampe juga di McD Soepomo. Hana kebelet pipis...tapi oh, WC-nya jorooooooooooooooooooookkk. Hana batal pipis.

Ya udah, akhirnya kita beli es kim juga dan Hana pengennya makan di situ. Gak tega sih secara kayaknya dia nahan pipis gt. Tapi mo gmana lagi, kalo tetep diajak pulang tar nangis lagi, sementara aku jg dah pucink.

Selesai makan es kim (dan kentang, tanpa tambahan menu lain secara aku bener2 ngebatesin asupan ayam di fast food), kita pulang. Persis di depan McD, Hana bertampang aneh. Kayaknya dia pengen pipis banget.

"Tahan ya, Na..."

Alhamdulillah nongollah sebuah bajaj dan gak sampe 5 menit kita nyampe rumah dan Hana bisa pipis.

H-3

Di rumah, berusaha nggak mikirin, dan ngerjain terjemahan.

H-2

Sebel. Katanya aku bisa ngambil 10 biji hasil jadi. Tapi, ternyata gak. Sebel!

Oh ya, teteup terbitnya buku ini di tgl 16 Mei. Insya Allah per hari itu buku bisa dibeli langsung via e-mail quadrangle.books@gmail.com, ato di http://quadrangle.web.id ato di inibuku.com...selanjutnya di kutukutubuku.com dan bukukita.com.

Labels: , , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 15:02 | Permalink | 0 komentar
May 9, 2007
Mewahnya Membaca
Dulu, aku selalu bisa menyempatkan waktu untuk membaca. Kalo gak pas di perjalanan pergi/pulang kerja (kalo lg naik bus ato dianter sopir kantor yg lama) ato pas lagi santai ato pas lagi mo bobo.

Tapi sekarang kayaknya susaah banget nemuin waktu buat mbaca.

Di perjalanan menuju kantor? Mana bisa...kan jalan kaki? Mo ketabrak?

Pas waktu senggang? Huhuhu...waktu senggang dah gak senggang lagi. Kalo gak dipake buat main sama Hana, kalo gak dipake buat ngerjain terjemahan.

Pas mo bobo? Ah...itu juga susah (tapi kalo lg hoki sih bisa, tp jarang). Kalo nggak dah ngantuk berat, kalo gak Hana minta bacaain buku, yang kadang bikin kita b2 ngantuk dan langsung bobo.

Ah, sekarang membaca dah jadi hal yang mewah tuk bisa kulakukan. Jadi sedih...pdhal dulu waktu diskon pernah kalap beli buku. Dan buku2 itu tergeletak pasrah dengan mirisnya, menanti tuk dibaca.

Hm...sekarang sih lagi baca The Mistress of Spices-nya Chitra Banerjee Divakaruni tapi gak maju2...bbrp hari yang lalu baca Akira-nya Mbak Helvy (ini cepet juga slesenya soalnya gak terlalu tebel).

Mudah2an bisa segera selesai Divakaruni-nya...dah banyak buku lain yang ngantri...

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 15:27 | Permalink | 2 komentar
Apr 5, 2007
[Quadrangle] Self-Publishing
Apa sih self-publishing?

Kata Oom Wiki, self-publishing is the publishing of books and other media by the authors of those works, rather than by established, third-party publishers. Kalo diterjemahin, kalo gak salah artinya begini: self-publishing adalah penerbitan buku dan media lainnya oleh penulis karya tersebut, dan tidak dilakukan oleh penerbit yang telah mapan.

Kenapa ujug2 ngomongin self-publishing?

Karena novel yang telah aku tulis, Quadrangle, akan aku terbitkan sendiri. Ya dengan jalan self-publishing. Yah kalau album lagu ada yang indie, ini novel indie gitu deh.

Kenapa self-publishing?

Kenapa ya? Well, awalnya karena novel ini pernah begitu lama berada di tangan sebuah penerbit tanpa ada hasil apa2. Ditolak juga nggak, apalagi diterbitin. Aku tarik deh.

Nah, trus pernah dulu baca jurnalnya Agung dan Mas Jonru tentang self-publishing. Dan, di kantor ada banyak banget buku tentang self-publishing.

Tuing! Kenapa gak self-publishing aja?

Dan, mulailah tanduk-tanduk kenekadan aku keluarin. Berbekal pinjaman uang dari keluarga (karena aku emang gak punya duit yang lagi nganggur buat dipake nerbitin ini buku, jadi nekad deh) dan keikutsertaan seorang partner, aku bergerak.

Mulai dari minta tolong sama temen2 tercinta untuk bantuin kasih masukan, saran dan kritik, sampai minta tulung mereka bantu ngedit juga. Trus, lari2 cari percetakan, dari jalan sendiri naek angkutan umum sampe dianterin adekku. Then, cari info soal ISBN. Kemudian, kontak toko2 buku, mulai dari datengin langsung sampe telepon, mulai dari yang offline sampe yang online. Lalu minta bantuan teman2 yang baik2 untuk kasih komen yang bakal aku muat di cover/dalam buku.

Dan…semua dah beres. Editan udah beres. Urusan percetakan, dah ketemu yang murmer. Toko buku tinggal di-follow up. ISBN tinggal dateng ke PerPusNas. Temen2 juga dah kasih komen2 yang ok banget, tinggal nunggu beberapa lagi (thanks so much, friends…*tar aku bikin jurnal tpisah soal ini kalo dah beres semua*).

Nahhhhh yang bikin pusink adalah….COVER!

Tuing tuing tuing! Aku n hubby dah bikin beberapa. Tapi, menurut partnerku yang ngerti urusan pemasaran, katanya cover2 itu kurang nendang. Hehehe…jadilah aku utak-atik terus dan terus sambil ngehubungin beberapa org yang jago ilustrasi. Sampe saat ini blom beres juga. Sedih deh. Mana jadwal terbit dah mundur lebih dari sebulan.

Well, tapi gak apa. Semua ini proses pembelajaran buatku. Belajar nulis dah lewat dengan selesainya novel itu. Belajar ngedit dah lewat, dengan bantuan sahabat2 yang baik2. Tinggal sekarang belajar menerbitkan sebuah buku.

Ternyata gak gampang booo. Hihihi…wish me luck ya…

Thanks!

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 15:15 | Permalink | 3 komentar
Feb 23, 2007
Hana, Asterix & Asterax
Suatu malam, Hana sedang boboan2 di tempat tidur bersama Abi dan Bunda yang masing2 lagi asyik baca. Lalu, Hana mengambil salah satu buku miliknya. Tapi, sepertinya anak kecil ini agak bosan dengan kolelsi bukunya.

Dia turun dari tempat tidur dan menarik sebuah buku lebar yang tipis. Hm...banyak gambarnya, pikirnya.

Dibawalah buku itu ke atas tempat tidur. Secara dia belum mengenal baik tokoh2 dalam buku itu, dia mencolek sang Bunda dan 'memaksa' Bunda tercintanya 'tuk membacakan buku itu.

Si Bunda yang malas dan lagi asyik2nya baca 'Sam's Letter to Jennifer'-nya James Patterson akhirnya membacakan juga buku yang judulnya Asterix itu.

Saking malasnya, si Bunda cuma memperkenalkan nama2 tokoh yang kebetulan ribet itu dan setiap halaman yang dibaca hanya satu kalimat sambil menyuruh Hana tebak2an huruf. Kebetulan Hana sudah hafal huruf2 besar dan kebetulan lagi Asterix ditulis dengan huruf besar.

Lama kelamaan, Bunda semakin malas. Akhirnya, Hana membaca sendiri buku itu.

Selang berapa lama, Bunda dengar Hana masih mengoceh sendiri, pura2 baca. Akhrinya karena penasaran, Bunda nguping.

Eh Hananya malah malu.

"Bunda, jangan diliyatin..."

Bukannya minggir, si Bunda malah ngajak ngobrol, "Emang Hana lagi baca apa?"

"Baca Asterix."

"Oh ya?"

Hana mengangguk.

"Hayo, tadi Bunda dah kasih tau kan temen2nya Aterix. Hayo siapa aja. Ini yangbesar namanya siapa?" Bunda menunjuk gambar Obelix.

Hana diam sejenak.

"Lupa ya?"

"Nggak...ini Asterax kan ya, Bunda?"

Gdubraks...kecil2 kok bisa ngeles sih, Nak...

Muach!

Labels: , , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 18:24 | Permalink | 5 komentar
Feb 15, 2007
[Quadrangle] Mengganti Nama Tokoh
Ini adalah kali kedua aku mengganti nama tokoh dalam calon novelku, Quadrangle.

Yang pertama kali, aku mengganti semua nama tokoh utama. Kenapa? Karena waktu itu aku menggunakan nama sepupu2ku. Hahaha! Ya, mereka memang masih kecil sekarang, tapi kasihan kalau aku paksakan. Kalau nanti mereka sudah boleh membaca novelku dan nggak suka lalu protes, bahaya!

Nah, yang kedua, aku hanya mengganti salah satu nama tokoh utama. Kenapa? Untuk yang satu ini aku nggak bisa cerita kenapa *secret2an mode on* ;D boleh dunks?

Padahal, aku dah nyaman banget dengan nama itu. Sesuai dengan gambaranku tentang si tokoh. Nama itu juga membawa nuansa tersendiri. Tapi, sayang...aku merasa perlu menggantinya.

Sekarang aku sedang menyamankan diri dengan nama baru sang tokoh. Sambil ngedit keseluruhan, sambil membiasakan diri.

Hmhh...las minit gini malah banyak perubahan.

Fiuh!

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 12:35 | Permalink | 5 komentar
[Review] World of Pies oleh Karen Stolz
Sebuah novel yang ber-cover indah. Ya, yang pertama kita lihat adalah covernya kan? Nah, awal aku tertarik pada buku ini juga karena covernya.

Lalu, pada judulnya.

Tapi, aku baru membelinya pada lirikan kedua.

Dan, syukurlah aku nggak salah beli. Novel ini indah dan menyentuh.

Roxanne adalah seorang gadis yang tumbuh di seniah kota kecil di Texas pada tahun 60-an. Ayahnya, seorang pemilik toko pakaian dalam, mengeluarkan ide tentang Festival Pie yang bertujuan untuk menarik perhatian turis ke kota kecil itu.

Ibunya, seorang wanita yang baik hati, mengajak seorang wanita kulit hitam untuk turut serta dalam festival itu karena pie buatannya memang enak sekali.

Dan, itu menambah cemoohan bagi Roxanne—di samping cemoohan tentang usaha ayahnya.

Kisah hidup Roxanne juga semakin kaya karena persahabatannya dengan sepupunya, Tommy. Tommy adalah anak pamannya, Uncle Fritz dan bibinya Aunt Ruthie, yang kehilangan tangannya pada perang di Vietnam.

Namun itu bukan satu-satunya kejutan dalam novel ini. Banyak kejutan lainnya yang bisa membuat pembacanya menganga, tersenyum, tertawa, bahkan menangis.

Intinya, buku ini indah.

Labels:

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 12:20 | Permalink | 0 komentar
Feb 2, 2007
[Quadrangle] The Launching...of a site/blog...
Sehubungan dengan niatku menerbitkan buku sendiri...hari ini aku mau launch sebuah situs/blog:

QUADRANGLEBOOKS.BLOGSPOT.COM

Keep yourself updated yaaa...selama sebulan ini aku bakal kasih clue2 ttg novel pertamaku ini.

Plus, mohon doa temen2 BLOGgers yak supaya lancar2 aja.

Cheers!

*launching di tengah hujan dan banjir*

Labels: , , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 11:44 | Permalink | 6 komentar
Jan 24, 2007
Review: Je m'appelle Lintang oleh Ollie
Pas tau buku ini ada, pas lagi bokek. Nah, pas udah punya duit, kebeli deh.

Buku ini menarik karena berbau Prancis, secara aku anak Sastra Prancis--info gak penting.

Kisah cinta seorang gadis Nembrala bernama Lintang dengan seorang pria asal Prancis, Pierre, ini membawa pembacanya menyelam dalam keindahan Nembrala dan Paris.

Kisah ini juga mengajak pembacanya mengejar mimpi. Dengan modal kemampuan design, Lintang berhasil terbang ke Paris. Impiannya untuk menjadi fashion designer dan untuk bertemu dengan Pangeran Berambut Emas pun menjadi kenyataan.

Tapi, ternyata, ada seseorang lainnya yang jatuh cinta pada Lintang. Di sinilah konflik mulai memanas. Di satu sisi, pembaca akan pro pada Pierre, di sisi lain, karena kebaikan pria lainnya ini, pembaca akan merasa kasihan juga pada si pria ini. Apalagi, pria ini memang telah lama mengisi hari-hari Lintang, jauh sebelum Lintang mengenal Pierre.

Jadi, siapa yang akan dipilih Lintang?

Labels:

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 15:17 | Permalink | 3 komentar
Jan 10, 2007
New Project: Modal Nekad!
Aku suka nulis, aku suka baca, aku suka buku.

Jadi, berangkat dari situ, aku punya rencana buat self-publishing yang beberapa kali sudah aku sounding di blogku yang ini.

Berbekal buku2 boss yang aku pinjam, yang semua berhubungan dengan terbit-menerbitkan buku, aku berkesimpulan untuk menerbitkan buku non-fiksi, karena katanya lebih mudah dipasarkan.

Sudah ada ide si otak, tinggal pengejewantahannya (bener gak sih kata yang aku pake ini?). Tapi, ternyata yang non-fiksi ini agak sulit diwujudkan. Ideku kelewat gede kali ya. Terlalu banyak orang yang dilibatkan.

Fiuh!

Akhirnya setelah pikir2 ulang, aku mau nekad aja nerbitin fiksi.

Yah, aku tahu sih...di luar sana bejibun buku fiksi. Persaingannya bakal ketat banget. Supaya bisa ikut serta dalam kancah persaingan dan bahkan paling gak terlihat ikut kancah persaingan, aku harus nulis sesuatu yang NENDANG! Tuing!

Tapi, 2 b honest, aku emang lebih suka nulis fiksi. Yah, sekarang sih di kantor kerjaannya nulis non-fiksi, artikel2 gt. Aku suka sih...hm...tapi gak se-enjoy nulis fiksi. Beneran deh!

Beberapa karya2 fiksiku yang super duper pendek bisa dinikmatin di sini. Yah gak bagus2 amat sih, tapi lumayan kan? Buat ngisi waktu luang kalo lagi nungguin blog lain lama dibuka, diintip dikit2 boleh lah.

So, sekarang kayaknya aku akan beralih dulu ke rencana yang fiksi. Belum, tulisannya belum ada. Masih dipikirin baiknya nulis ttg apa dan dg cara yang bagaimana. Maunya sih yang bagus di pasaran tapi bukan yang seperti yang lagi banyak di pasaran. Maunya yang beda, maunya yang spesial. Entah bisa apa nggak.

Oh ya, cuma sekarang lagi dapet kerjaan nerjemahin fiksi lagi. Alhamdulillah...lumayan buat sekolah Hana. Hehehe...

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 13:37 | Permalink | 0 komentar