Dec 28, 2007
Selesai Diedit: a novel
Akhirnya, tadi pagi, selesai juga itu novel kedua diedit. Novel ini dah lama aku tulis. Lupa persisnya kapan tapi yah tahunan gt deh. Just like si Q yang prosesnya juga gak sebentar.

Secara belakangan lagi semangat, langsung aku edit.

Aku pikir bakalan banyak perubahan. Ternyata gak. Cuma benerin tahun dikit, ganti istilah, sama benerin cerita yang kurang logis dikit.

Lucunya, pas banget deh ma jurnal2 Rini, tentang revisi.

Rencananya, mau aku endapin dulu si novel ini. Gak lama2 sih. Abis tu aku baca lagi. Kalo masih ada yang kerasa kurang pas, mo aku edit lagi.

Bis tu?

Hm...insya Allah mo aku kirim ke penerbit.

Gak self-publishing lagi?

Hm...gak dulu...pertama karena gak punya dananya, kedua krn lg pingin puas2in nulis dulu (self-publishing cukup makan waktu banyak, jd takutnya gak bisa puas2in nulis)...

Tapi, gak tau juga ke depannya gmana...

Yah, aku berdo'a aja buat yang terbaik. I believe that Allah will give me only what's best...

Amin.

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 07:19 | Permalink | 0 komentar
Dec 24, 2007
(Masih tentang) Menulis...
Alhamdulillah, salah satu naskah yang aku ceritain di sini dah selesai ditulis dan dirapiin. Yang aku bilang bikin target 10 halaman per hari itu ya naskah ini.

Tapi, ada yang seru. Secara nggak sadar selama dua hari kemaren ini ternyata per hari aku bisa nulis hampir 20 halaman. Nyadar2nya pas itung2 setelah selesai. Jadi yang target buat besok malah dah selesai hari Minggu kemaren.

Tadi, naskah itu dah langsung aku kirim. Entah gimana hasilnya. Yang penting dah usaha.

Hm...tadinya aku mo simpen sendiri pencapaian ini, tp ada sahabat yang minta aku berbagi cerita.

Dan, akhirnya aku tulis juga di sini...itung2 sebagai ucapan terima kasih atas semua temen2 yang dah memacu semangatku.

Terima kasih ya, kawans!

Labels: , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 07:43 | Permalink | 0 komentar
Dec 22, 2007
Disiplin dalam Menulis
Sejujurnya, dalam menulis, selama ini aku tergantung banget sama mood. Kalo mood-nya dapet, wah bisa-bisa gak berhenti nulis. Tapi ya kalo mood-nya lagi jalan2 gak tau ke mana ya...bisa2 gak ada yang ditulis sama sekali.

Beberapa temen penulis dah mencanangkan bahwa menulis (kalo mo profesional) ya harus disiplin. Jangan pasrah kalo mood lagi ngabur. Ya kudu dicari itu si mood, sampe ketemu.

Karena itu, baru2 ini, aku menetapkan target. Paling nggak, 10 halaman perhari untuk salah satu dari ketiga naskah yang HARUS kugarap.

Tercapai?

Hehehehe...nggak juga sih. Tapi lumayanlah, dapet 8 halaman (80% kan?).

Hm...dua hari ini sih gak ada rencana ke mana2...so, mestinya dapet deh per hari 10 halaman! Tapi...hehehe...ini bbrp jam dah kepotong sama ngenet. Gimana dunks?


Labels: , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 04:33 | Permalink | 0 komentar
Dec 14, 2007
Jadi Semangat! Jadi Termotivasi! Jadi Terinspirasi!
Yup!

Thanks to jurnal Nunik, Ryu, dan Mas Ferry, hari ini aku jadi bersemangat. Langsung buka komputer dan ketak-ketik.



Bukan apa2, ada tiga naskah yang HARUS aku sentuh. Tiga2nya novel. Yang satu dah rampung, tapi masih mau aku utak-atik lagi. Yang kedua, dah setengah jadi...masih mikir mo dibikin gmana endingnya. Yang terakhir jg blm selesai, dah tau endingnya, tapi blm kepikir tengahnya.

Huehehehe...aku itung semua sebagai utang ke diriku sendiri. I promised myself to get them done and I have to keep my promise--especially the one I made to myself--, right?

Itu kan buat motivasi kepenulisan ya...

Nah, buat motivasi n inspirasi penerjemahan, ada dua jurnal di MP yang bikin aku semangat juga. Pertama, jurnal Rini yang ini. Kedua, jurnal Femmy yang ini. Bukan jurnal2 terkini, tapi aku mang sengaja intip2 jurnal mereka karena very inspiring.

Terima kasih ya, temans...

Inget jurnalku yang ini? Kayaknya salah satu jalan di persimpangan itu dah melebarkan diri sehingga jalan yang satunya lagi menyempit. Secara aku menggendut selama kerja di rumah--naik 2 kg booo!--, kayaknya si jalan menyempit itu gak muat. Jadi, aku kayaknya mau menyusuri jalan yang lebar aja dulu.

Tapi, spt yang jeng Rini bilang td siang ke aku: "Katanya mo mengalir..."
(Thanks for reminding, Didi)

Hehehe...ya...maka aku akan mengalir. Siapa tahu jalan menyempit itu akan melebar nantinya dan justru mengambil lahan si jalan yang satunya sehingga aku kudu pindah jalur karena bodi dah gak muat lagi.

Well...

Life is about being flexible walopun kita kudu tetep berpegang pada prinsip2 dasar hidup yang kita anut.

Life is about setting priorities walopun kita tetep kudu siap kalo ternyata tiba-tiba prioritas kita terpaksa berubah. (Yang ini muncul abis ngobrol sama sahabat lama barusan di YM...)

Labels: , , , , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 19:59 | Permalink | 0 komentar
Dec 5, 2007
Cerpenku di Spice!




Terima kasih, Spice!

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 23:04 | Permalink | 0 komentar
Oct 2, 2007
Renungan WAHM: Judul Naskah Fiksi dan Non-Fiksi
Beberapa hari kerja di rumah ternyata membawa banyak manfaat. Aku jadi punya lebih banyak waktu untuk berpikir dan merenung (bukan bengong loh…).

Nah, salah satu perenungan itu adalah tentang judul naskah.

AADJN? Ada Apa dengan Judul Naskah?

Dulu, aku selalu membuat judul setelah naskah selesai. Judul yang muncul di awal naskah ternyata kelahirannya justru paling belakangan. Ibaratnya anak kembar dari seorang ibu yang bernama fiksi, jarak kelahiran antara bayi pertama a.k.a si naskah dan bayi kedua a.k.a si judul bisa sampai setengah jam.

Kenapa begitu?

Begini, karena, buatku, judul itu adalah intisari dari sebuah naskah. Jadi, dia harus sangat bersentuhan dengan keseluruhan isi atau paling nggak benang merah si naskah.

Nah, aku, dalam menulis—dalam hal ini fiksi—, lebih memilih untuk ‘go with the flow’ alias nggak pake plot2an. Paling2 yah ada sedikit bayangan tetang si tokoh atau beberapa adegan, tapi nggak pernah secara keseluruhan. Jadi, kalo lagi nulis, seakan2 jari2ku bergerak sendiri dan aku lebih merasa sebagai seorang pembaca daripada pengarang, karena aku ikut terkaget2 dengan kelanjutan cerita yang diciptakan jari2 ini.

Nah, karena itulah, jaraaaaaaang sekali aku membuat judul terlebih dulu ketimbang naskah. Paling banter ya di tengah2 cerita, itu pernah juga sih, sekali dua kali aja.

Tapi…belakangan ini, ada yang berubah. Sudah selama dua tahun ini—di kantor—kerjaanku adalah menulis non-fiksi. Dan, ternyata, ada yang berubah dari urutan proses kreatifku dalam menulis. Aku menulis judul terlebih dulu! (Dan, jadilah si judul sebagai bayi pertama yang lahir dari si ibu non-fiksi)

Nah, ternyata, setelah beberapa hari ini aku pikir2, alasannya nggak berbeda dengan alasan kenapa aku memilih menulis judul belakangan dalam proses kreatifku saat menulis fiksi. Karena, judul adalah intisari sebuah naskah.

Menulis non-fiksi berbeda dengan menulis fiksi. Dalam menulis non-fiksi, semua sudah jelas: apa yang mau aku tulis, apa yang ingin aku sampaikan. Jadi, untuk membatasi agar aku nggak ngalor-ngidul nggak jelas, maka kubuatlah si judul itu duluan. Jai, si judul itu ibaratnya pager pembatas yang ada setrumnya, kalo aku mulai melenceng, disetrumlah otak ini oleh si judul tadi (kok syerem yak?).

Dulu, kupikir, seumur hidup, aku nggak akan pernah menulis judul duluan, ternyata aku salah. Aku juga dulu pikir aku nggak akan mampu menulis non-fiksi, ternyata aku salah.

Dari perenungan tentang judul ini, aku belajar banyak hal…bukan semata tentang judul fiksi dibuat belakangan dan non-fiksi duluan…ternyata juga tentang perubahan dalam hidup seseorang, dalam hidupku. I think I like changes a lot better than before now…

Labels:

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 16:25 | Permalink | 0 komentar
Sep 5, 2007
2 Penulis yang Menginspirasi
Sebanarnya, banyak sekali penulis-penulis (dan pekerja buku lainnya) yang menginspirasi. Tapi, belakangan ini ada dua nama yang cukup bikin aku semangat. Rini Nurul Badariah dan Primadonna Angela.

Postingan Rini, my dear friend, selalu memompa semangatku sampai level teratas. OMG, dia sudah selesai mengerjakan ini, dan lagi mulai mengerjakan itu? Wow! Bukan cuma postingannya sih sebenarnya, tapi juga obrolan2 kami di YM. Mulai dari ngomongin kerjaan sampai hal2 lain, semua bisa menginspirasi dan membangkitkan semangat.

Postingan Donna tentang project2nya sementara ia disibukkan dengan ke-2 anaknya dan online bisnisnya juga menjadi pemicu semangatku. Belum selesai aku terkagum2 dengan rencana penerbitan satu novelnya, dia sudah mulai membahas karya lain.

Energi kedua perempuan hebat ini sepertinya gak ada habisnya. Sementara kok nampaknya energiku cepat habis? Hm...ini berarti ada yang harus kubenahi.

Mudah2an segera ketemu apa yang harus dibenahi, sehingga semangat dan inspirasi yang kudapat dari Rini dan Donna gak terbuang sia-sia tapi bisa menghasilkan sesuatu.

Amin.

*Aku juga terinspirasi dengan kata2 Isman, suami Donna, di milis Writer's Tavern, "Ide Tidak Akan Berharga, Tanpa Diwujudkan."*

*Yuk, mari kita wujudkan ide2 yang sudah lama cuma bisa menari2 di kepala...siapa tahu ide itu bisa menari2 dalam aliran kata-kata di dalam sebuah buku yang di covernya ada nama kita...*

Labels: , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 19:44 | Permalink | 1 komentar