
Dan, hari ini, aku baru saja mengetahui bahwa ia sudah dipanggil-Nya.
Selamat jalan, Bebek. Semoga amal ibadahmu menjadi penolongmu di hadapan-Nya. Amin.

Akhirnya setelah sekian lama ngerencanain ketemu2an dan gagal2 terus, I had the chance to meet 2 of all my dear campus friends.
Kita makan siang bareng di Cheese Cake Factory deket rumahku. Thanks ya, Jeng Ari, yang mo jauh2 nemuin aku n Widhie (yang satu ini juga berkantor di deket2 Tebet).

Jadi 3 orang di atas adalah (ki-ka): Ari-nya Andri, me, Widhie-nya Iwan yang lagi hamil 5 bulan. Oh ya, si 'Q' nyempil juga di situ. Hehehe...teuteup...
Kami adalah teman kuliah, saling kenal sejak tahun 1995. 12 years of friendship. Lama juga ya?
Hopefully we'll still be friends 'til the end.
Love you, all!
Tapi, belakangan aku jarang bersinggungan dengan puisi. Karena itu, aku senang sekali ketika Olin, salah satu penulis, menghadiahkan buku kumpulan puisinya bersama 3 perepuan--yang mengaku--bukan penyair ini.Pagi2 bangun, gedebukan di rumah, siapin sarapan, mandi, trus brangkat.
Ketemu Niken, temennya Rida. Ngobrol2 bentar, trus selesai.
Hm...masih jam 10-an. Padahal appointment selanjutnya adalah jam 12 siang. Lama juga ya?
Akhirnya mutusin buat turun dari bus 66 di depan Pasar Festival, penasaran ama toko buku yang di pojokan (udah bbrp kali liat tp lom sempet mampir).
Turun, menuju teras toko: nemu beberapa majalah yang kalo barunya harganya muahal banget. Penasaran, pingin baca2 buat jadi refensi tulisan. Beli deh.
Masuk ke dalam toko: nemu beberapa buku menarik. Oh, sayang...lagi puasa blanja buku nih. Jadi harus menahan keinginan. 
Tapi oh tapi...nemu sebuah buku yang membuat kenangan melayang ke suatu kelas di salah satu gedung di FSUI (dulu FIB). Le Château de ma mère karya Marcel Pagnol. Dulu aku pernah buat makalah karya Marcel Pagnol ini, tapi bukan buku yang kutemukan itu, tapi buku lainnya yang berjudul La Gloire de mon père. Jadi kangen kuliah...ehm!
Akhirnya aku melanjutkan perjalanan dengan tas berisi beberapa majalah murmer dan sebuah buku penuh kenangan itu.
Oh ya, buku itu berbahasa Prancis. I think that's one of the reasons why I bought it anyway. Gile, dah berapa tahun (7 kayaknya), aku gak baca buku dalam bahasa Prancis! Well, this book might be a good beginning. Waktu aku baca sinopsis di back-cover-nya sih ngerti2 aja. Tapi, pas ngintip halaman pertamanya...tuing! Il y a beaucoup de mots dont le sens j'ai oublie!(Banyak banget kata2 yang aku lupa artinya). Menyedihkan.
But, I won't give up. Aku bakal baca ini buku--walo gak tau kapan
.
Trus naik 66 lagi yang menuju Sudirman. Turun di depan Ratu Plaza dan jalan sampai ke PS. Ketemu deh ama Olin, a great new friend I found di dunia maya. Olin mau bantu aku mewujudkan sesuatu (apa sesuatu itu, kapan2 aku ceritain). Dan, Olin kasih hadiah kalung yang keren banget, plus buku puisinya, Biru Hitam Merah Kesumba yang ditulisnya bareng Lulu Ratna, Vivian Idris, dan Oppie Andaresta. *tar aku review deh, bagus!*
So, itulah hari yang aku lewati kemaren bersama 3 orang yang berbeda2. 2 perempuan, 1 laki2. Hm...too bad yang 1 itu dah passed away.
Hari ini? Full di kantor.

.
)
I really am gonna miss you like crazy, Ran...Labels: teman