May 26, 2008
Kantor atau Sekolah?

Waktu jaman belum lulus kuliah dulu, yang ada di kepala saat terdengar kata kerja, kantor atau perusahaan adalah kegiatan atau tempat mencari uang.

Ternyata, setelah melewati 8 tahun masa bekerja, semua berubah.

Mendengar kata pekerjaan atau kantor, yang terbayang adalah pertanyaan, "Apa ya yang bisa kupelajari?"

Waktu pertama kerja, aku bertitel "Adminstrative Assistant." Keren kan? Padahal sebenarnya, yang aku kerjakan adalah duduk manis di meja reception sambil angkat-angkat telepon, alias menjadi operator. Yah, sesekali membantu beberapa manajer merapikan administrasi, kliping koran, foto kopi, dan lain-lain.

Sebegai lulusan sastra, semua itu tidak pernah kupelajari di kampus--apalagi aku bekerja di perusahaan sekuritas, aku tidak tahu apa-apa tentang itu.. Ternyata, tidak semudah itu menjalani tugas yang buat sebagian lulusan akademi kesekretarisan itu kecil, perlu manajemen waktu juga dan kemampuan multitasking--secara aku harus membantu banyak orang. Dan, aku pun belajar banyak.

Di grup perusahaan yang sama, aku naik pangkat menjadi sekretaris yang memegang beberapa orang selevel direktur. Yang aku pelajari beda lagi dan lebih banyak.

Aku juga pernah menclok sebentar di pusat kebudayaan dan perusahaan apparel. Di dua tempat itu, aku juga sempat belajar berbagai hal.

Tahun keenam masa kerja, aku masuk ke dunia web dan penulisan. Hal yang kusuka. Lagi-lagi, walau aku cinta berat, aku harus belajar banyak, karena penulisan untuk web adalah hal baru untukku--untung bossku sabar dan mau mengajarkan segala hal.

Aku juga sempat kerja di rumah, hal yang kupelajari pun lain lagi.

Selesai bertugas dari masing-masing perusahaan/lembaga/jenis pekerjaan, aku merasa penuh ilmu, seperti anak sekolah yang baru lulus. Dari tidak tahu apa-apa sampai tahu banyak--dan merasa masih perlu belajar lebih banyak.

Sekarang, di tempat kerjaku yang ini, ternyata tidak sedikit juga hal yang kupelajari. Setiap hari selalu ada hal baru. Mungkin karena industri yang satu ini belum pernah kumasuki sebelumnya. A very exciting experience.

Ya, pandanganku tentang pekerjaan sekarang jauh berbeda. Memang gaji itu penting, tapi ada faktor lain yang sama pentingnya, "Apa yang bisa kupelajari di sana?"

Kantor bukan lagi semata tempat mencari uang, tapi juga menjadi tempat menimba ilmu.

*keterangan gambar: itu foto mejaku di kantor lama dari postinganku yang ini*

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 18:24 | Permalink | 0 komentar
May 1, 2008
Hikmah Lain Bekerja
Asupan air putih lebih banyak!

Jujur, aku tipe orang yang gak terlalu doyan air putih. Aku lebih suka air yang berasa dan berwarna--tapi gak suka air putih dari PAM ato air ledeng karena kadang2 rasanya aneh.

Pernah suatu saat pinggangku berasa gak enaaaak banget. Temen2 nyuruh minum air putih lebih banyak dan alhamdulillah rasa sakit itu berkurang dan hilang samsekal.

Nah, selama di rumah kmaren, aku lebih banyak minum air teh atau sirup dan kadang kopi. Secara kalo mo bikin ya gampang, tinggal turun ke bawah, glek glek glek selesai.

Di kantor, setiap pagi dah disediain segelas besar air putih. Aku paling nggak suka nggak ngabisin makanan/minuman, mubazir. Jadi, pelan2 aku minum si air putih. Loh, kok baru setengah hari airnya dah habis? Horeee!

Aku isi lagi gelas setengahnya, habis lagi, isi lagi. Sengaja aku nggak isi penuh, selain takut gak abis, aku pikir ok juga jalan sedikit2 ke pantry.

Beberapa kali tergoda mo bikin kopi atau teh tapi gak jadi terus. Syukurlah, jadi kan aku minumnya air putih.


Labels: , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 06:15 | Permalink | 0 komentar
Apr 29, 2008
Catatan Kecil
Udah dua hari ini aku ngantor lagi. Kemaren berangkat jam 07.40, sampe kantor jam 08.05, bis tu bengong dulu karena belum tahu duduknya di mana. Tadi pagi berangkat jam 07.55, sampe kantor jam 08.30 dan langsung menuju meja kerja.

Selama dua hari ini ada beberapa kejadian yang menurutku agak menarik--di luar pekerjaan itu sendiri yang memang menarik. Di antaranya:

  • Kemaren pulang kantor jam setengah enam lewat, niatnya mau naik P6 atau 46. Nun di sana (di lajur tengah) ada P6 tapi puenuh dan kayaknya susah dijamah. Tiba2 di depan mata ada 66 jurusan Blok M - Manggarai yang biasa aku naikin waktu masih ngantor di BEJ. Naiklah aku ke bus itu, keliling kotalah aku...hahaha! Ngelewatin Kuningan, Pasar Rumput, Manggarai--bis tu naik 62 ke arah Ps. Minggu. Nyampe rumah jam 7 kurang 5. Oh ya, kantorku ini lokasinya di Gatsu sejajar Balai Kartini.
  • Tadi siang, ikut temen2 yang mo jenguk salah seorang temen segrup yang habis melahirkan. Huhuhu bayinya lucu bangettt. Setiap lihat bayi gitu, rasanya gimanaaa gitu. Pingin gendong tapi aku gak pernah brani gendong bayi orang lain--serius!
  • Abi jadi lebih sweet. Udah 2 hari ini neleponin ke HP nanyain mau pulang jam berapa. Khawatir, katanya. Huhuhu...biasanya aku mang usahain gak pernah pulang malem, makanya gak pernah ditelepon. Jadi, pas ditelepon, rasanya gimanaaa gitu.
  • Hari ini aku pulang sambil basah kuyup. Pas keluar kantor jam 6 kurang 10 tadi ujan dereeesss banget--padahal dah pake jaket dan payung. Gagal lagi deh naik P6 ato 46, depan mata dah ada 66 lagi.
  • Pas nyampe rumah, aku disambut dengan kisah lucu yang mengharukan. Hana yang tadi siang nolak bobo ketiduran pas Maghrib. Kata Abi, dia ngigo, bangun sambil merem dan nyariin Bundanya. Huhuhu...mo nangis pas denger crita itu. Dan, kliatan emang dia kangen sih, minta peluk terus.
  • Makan banyak. Biasanya, kalo makan malem, aku gak banyak. Tapi...dah dua hari ini makan malemku kayak kuli. Hahaha...laper berat kali yaaa...
Yah, begitulah keseruan yang terjadi selama dua hari ini. Keep praying for me ya...

Miss u!

Pic: from Wikimu

Labels: , , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 17:16 | Permalink | 0 komentar
Apr 26, 2008
Fase Baru Lagi
Sudah 7 bulan ini aku di rumah. Sibuk mencari order, sibuk menata meja kerja, sibuk menata jadwal, sibuk membina kedisiplinan. Gak bisa dibilang gagal juga sih, dan gak bisa dibilang gak menikmati.

Aku dapat beberapa order menyenangkan yang membuat rekening di bank gak minus hehehe dan aku sangat menikmati berada di rumah seharian, kerja dengan sepotong daster, kerja kapan saja aku mau.



Tapi, Senin besok ini, akan ada yang berubah. Jadwal kerjaku akan sangat teratur, mulai jam 8.30, jam 12 s/d 13 istirahat, jam 17.30 selesai. Aku harus menanggalkan daster dan menggantinya dengan pakaian yang lebih pantas--walau, alhamdulillah, aku nggak harus pake blazer dll, sepertinya dress code-nya kasual. Aku harus meninggalkan rumah. Aku pun harus berjibaku dengan kemacetan di atas motor Abi (perginya) dan di dalam bus (pulangnya)--kata Abi sekali2 akan dijemput juga kalo pas Abi lagi bisa.

Mudah2an, ritme baru ini akan membawaku ke kebahagiaan lainnya, kepuasan lainnya. Toh, aku didukung suami, anak, orang tua dan adik2ku. Yang akan kukerjakan adalah menulis. Niatku pun baik. Jadi, insya Allah, Allah meridhoinya. Amin.

Mungkin, aku nggak akan ngeMPi sesering sebelumnya. Paling malam hari kalau Hana dah bobo atau wiken pas lagi santai2. Tapi, insya Allah aku akan selalu berusaha update myself with the latest news of my dear friends in MP.

Temans, do'ain ya, semoga segalanya dilancarkan--karena proses menuju-nya cukup berliku--, semoga semua jadi baik untukku dan keluarga, dunia dan akhirat. Amin.

*I kinda have this jittery feeling thinking about this new phase of life*

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 05:31 | Permalink | 0 komentar
Apr 7, 2008
From WAHM to WAOM
Enam bulan yang lalu, keputusan WAHM menimpaku karena perusahaan tempatku kerja tutup. Karena aku dan suami mesti bahu-membahu dalam hal perekonomian keluarga, maka di rumah aku juga 'kerja' dengan menulis.

Awalnya terasa aneh. Perlu banyak penyesuaian. Terutama karena Abi juga kerja dari rumah--walau kadang harus antar barang atau ketemu orang di luar rumah. Secara kami kerja dengan komputer, untuk menghindari 'rebutan', Abi beli satu set komputer lagi. Tapi, masalah nggak berakhir di situ. Hana juga ternyata minta jatah waktu untuk 'kerja' (baca: main di situs pbskids atau ngetik-ngetik di Word).

Intinya, perlu banyak cara untuk menyiasati keadaan.



Pertengahan bulan lalu, ada lowongan. Di situ, ditulis bahwa ada kemungkinan pekerjaan dilakukan secara remote alias dari rumah. Maka, kukirimlah lamaran. Dipanggillah. Sekali. Dua kali. Dan, ketiga kali, user-nya langsung bilang, "Welcome aboard." Tapi, pekerjaan masih harus dilakukan di kantor. Hmmm...tapi, kata sang user, kerjaanku nantinya itu nggak perlu lembur. Hmmm...sounds good enough.

So, aku agak-agak excited dan deg-degan. Karena, setelah enam bulan di rumah, aku harus berjibaku lagi dengan macetnya ibu kota (karena sebelumnya kantorku deket rumah, jalan kaki...hehehe), dengan working hours yang lebih teratur (di rumah, jam kerjaku agak serabutan, tergantung waktu luang aja di antara ngurus suami dan anak), dengan ritme baru, dengan suasana baru, dll.

Hana awalnya menunjukkan ketidaksetujuannya waktu aku 'minta ijin' ke dia untuk kerja kantoran lagi. Dia bilang, "Kerja di rumah aja. Bisa kan?" sambil melirik ke meja kerjaku yang persis menghadap jendela.

"Bisa memang. Tapi, kan Hana mau masuk TK, mau sering jalan-jalan, mau beli mainan."

"Mau beli coklat! Mau beli sepeda!" tambahnya semangat.

"Nah..."

"Ya udah deh, Bunda boleh kerja. Nanti Hana nunggu di rumah sama Jidah Emma."

"Tapi, promise ya, Na. Don't be naughty and be a good..."

"Girl! Tapi, Bunda janji juga ya, bawain oleh-oleh kalau pulang kerja. Nanti Hana do'ain deh supaya Bunda banyak rejeki."

"Amin. Insya Allah ya, Na."

Maka, dengan ijin suami dan anak, insya Allah minggu depan aku mulai di tempat baru. Tapi, minggu ini, aku lagi bantu orang dengan sebuah project karena yang biasa nanganin lagi cuti. Yah hitung-hitung latihan lah buat aku, Abi dan Hana.

Aku latihan tahan menghadapi keganasan jalanan Jakarta di pagi hari (serem booo dah lama nggak dibonceng di jalan rame), Abi latihan nganter ke kantor dengan motornya, Hana latihan bangun lebih pagi dan melepas aku jalan kerja setelah dianter ke rumah Mama.

Hope this can be a new beautiful beginning for the three of us. Amin.

Labels: , , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 08:22 | Permalink | 1 komentar
Mar 19, 2008
Proyek Terjemahan yang Bikin Gemezzz!
Aku memang jarang nerjemahin dari Indonesi ke Inggris. Seringnya Inggris ke Indonesia. Tapi, bukan itu masalahnya.

Kali ini yang aku terjemahin bersifat teknis banget--tapi ini bisa disiasati dengan mengubek2 Oom Google. Yang ribetnya adalah...bahasa Indonesia yang digunakan dalam teks itu berantakan.

Huhuhu...

Kadang jelas SPOK-nya, kadang kabur. Kadang anak kalimat dan induk kalimatnya tumpang tindih gak jelas. Kadang pemakaian kata kerja, kata benda dan kata sifatnya gak tepat.

Jadi, yang susah bukan proses penerjemahannya, tapi pemahaman teksnya.

Rasanya pingin ngerapihin naskah itu deh. Tapi, malah makan waktu banyak. Lagian, gak guna juga, secara naskah Indonesianya toch dah dicetak sejak lama. I wish orangnya nyuruh aku ngedit dulu jadi nerjemahin ke Inggrisnya gak bikin tujuh keliling.

Aih...gemezzz!

*Harusnya aku lagi nerjemahin nih, tapi aku butuh waktu sejenak buat nenangin diri*

Labels: , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 09:46 | Permalink | 0 komentar
Jan 8, 2008
Lega - The Fashion House Web Site Project
3 item kerjaan dah selesai. Setelah 2 kali revisi, akhirnya temenku yang ngasih job ngeluarin approvalnya. Bukan cuma itu. Dia bilang: "I love it! Love the wordings!"

Huaaa...pas mbaca rasanya melayang. Si temen ini perfeksionis, jadi deg2an juga sih ngerjainnya. But, she's a nice employee, nggak bosen2nya ngajarin. Padahal, dia terkenal bertangan besi *oops, sori ya, Bu* tapi, ma aku gak...alhamdulillah...

Untung waktu itu aku gak nolak tawarannya.

Ternyata job ini is not all abt money, tp juga something that can improve my confidence.

Jadi semangat ngerjain item2 lainnya!


Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 10:58 | Permalink | 0 komentar
Dec 31, 2007
Bukan Mendahului Yang Di Atas, tapi...
...kayaknya aku udah 80% pingin menjalani tahun 2008 sebagai seorang freelancer. Waktu si ex boss dulu tanya apa aku dah cari2 kerjaan lagi, aku mantep bilang mo nunggu sampe Desember, baru ngambil keputusan.

Nah ini dah 31 Desember. Besok dah 2008. So, kayaknya ya, 2008 akan jadi tahun SOHO buatku...eh maksudnya SORO (Small Office Room Office) secara kerjanya juag di bed room getoh. Hehehe...

So far, lagi ngerjain project dari temen. Website dan mungkin nanti Company Profile. Masih proses belajar sih. Jadi, masih di-guide sama dia. Apalagi backgroundnya fashion, something new banget buat aku--secara bukan fashionista hehehe.

Selanjutnya? Ya, masih proses penjajagan. Insya Allah ada. Yang pasti masih sambil nulis2 novel n cerpen.

Satu hal tentang being a freelancer adalah serasa naik roller coaster. Deg2an. Dulu, kerja kantoran kan dah jelas sebulan dapet berapa, mo diabisin ke post2 mana aja. Nah, sekarang beda. Semua masih dalam bentuk perkiraan. Yang belom nyampe ke rekening ya berarti belom rejeki. Hehehe...

Tapi, in a way, aku jadi ngerasa lebih deket sama Allah, lebih sering meminta, memohon dan bersyukur. And I'm happy about it.

So, malam ini aku akan menyambut 2008 dengan ucapan syukur karena Allah dah menggiringku ke sebuah keadaan yang dulu hanya merupakan sebuah impian.

Terima kasih juga buat temen2 yang dah mendukung. Tanpa temen2 freelancer di MP, mungkn aku gak akan seberani ini mengambil keputusan--secara aku pada dasarnya tipe org yang lebih suka stabilitas dan gak berani naek roller coaster.

So, selamat tahun baru, temans...semoga 2008 menjadi tahun yang indah buat kita semua...

Amin.

Labels: , , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 12:12 | Permalink | 1 komentar
Dec 22, 2007
Disiplin dalam Menulis
Sejujurnya, dalam menulis, selama ini aku tergantung banget sama mood. Kalo mood-nya dapet, wah bisa-bisa gak berhenti nulis. Tapi ya kalo mood-nya lagi jalan2 gak tau ke mana ya...bisa2 gak ada yang ditulis sama sekali.

Beberapa temen penulis dah mencanangkan bahwa menulis (kalo mo profesional) ya harus disiplin. Jangan pasrah kalo mood lagi ngabur. Ya kudu dicari itu si mood, sampe ketemu.

Karena itu, baru2 ini, aku menetapkan target. Paling nggak, 10 halaman perhari untuk salah satu dari ketiga naskah yang HARUS kugarap.

Tercapai?

Hehehehe...nggak juga sih. Tapi lumayanlah, dapet 8 halaman (80% kan?).

Hm...dua hari ini sih gak ada rencana ke mana2...so, mestinya dapet deh per hari 10 halaman! Tapi...hehehe...ini bbrp jam dah kepotong sama ngenet. Gimana dunks?


Labels: , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 04:33 | Permalink | 0 komentar
Dec 14, 2007
Jadi Semangat! Jadi Termotivasi! Jadi Terinspirasi!
Yup!

Thanks to jurnal Nunik, Ryu, dan Mas Ferry, hari ini aku jadi bersemangat. Langsung buka komputer dan ketak-ketik.



Bukan apa2, ada tiga naskah yang HARUS aku sentuh. Tiga2nya novel. Yang satu dah rampung, tapi masih mau aku utak-atik lagi. Yang kedua, dah setengah jadi...masih mikir mo dibikin gmana endingnya. Yang terakhir jg blm selesai, dah tau endingnya, tapi blm kepikir tengahnya.

Huehehehe...aku itung semua sebagai utang ke diriku sendiri. I promised myself to get them done and I have to keep my promise--especially the one I made to myself--, right?

Itu kan buat motivasi kepenulisan ya...

Nah, buat motivasi n inspirasi penerjemahan, ada dua jurnal di MP yang bikin aku semangat juga. Pertama, jurnal Rini yang ini. Kedua, jurnal Femmy yang ini. Bukan jurnal2 terkini, tapi aku mang sengaja intip2 jurnal mereka karena very inspiring.

Terima kasih ya, temans...

Inget jurnalku yang ini? Kayaknya salah satu jalan di persimpangan itu dah melebarkan diri sehingga jalan yang satunya lagi menyempit. Secara aku menggendut selama kerja di rumah--naik 2 kg booo!--, kayaknya si jalan menyempit itu gak muat. Jadi, aku kayaknya mau menyusuri jalan yang lebar aja dulu.

Tapi, spt yang jeng Rini bilang td siang ke aku: "Katanya mo mengalir..."
(Thanks for reminding, Didi)

Hehehe...ya...maka aku akan mengalir. Siapa tahu jalan menyempit itu akan melebar nantinya dan justru mengambil lahan si jalan yang satunya sehingga aku kudu pindah jalur karena bodi dah gak muat lagi.

Well...

Life is about being flexible walopun kita kudu tetep berpegang pada prinsip2 dasar hidup yang kita anut.

Life is about setting priorities walopun kita tetep kudu siap kalo ternyata tiba-tiba prioritas kita terpaksa berubah. (Yang ini muncul abis ngobrol sama sahabat lama barusan di YM...)

Labels: , , , , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 19:59 | Permalink | 0 komentar
Nov 26, 2007
Kubikal di Kamarku

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 12:00 | Permalink | 2 komentar