May 1, 2008
Hikmah Lain Bekerja
Asupan air putih lebih banyak!

Jujur, aku tipe orang yang gak terlalu doyan air putih. Aku lebih suka air yang berasa dan berwarna--tapi gak suka air putih dari PAM ato air ledeng karena kadang2 rasanya aneh.

Pernah suatu saat pinggangku berasa gak enaaaak banget. Temen2 nyuruh minum air putih lebih banyak dan alhamdulillah rasa sakit itu berkurang dan hilang samsekal.

Nah, selama di rumah kmaren, aku lebih banyak minum air teh atau sirup dan kadang kopi. Secara kalo mo bikin ya gampang, tinggal turun ke bawah, glek glek glek selesai.

Di kantor, setiap pagi dah disediain segelas besar air putih. Aku paling nggak suka nggak ngabisin makanan/minuman, mubazir. Jadi, pelan2 aku minum si air putih. Loh, kok baru setengah hari airnya dah habis? Horeee!

Aku isi lagi gelas setengahnya, habis lagi, isi lagi. Sengaja aku nggak isi penuh, selain takut gak abis, aku pikir ok juga jalan sedikit2 ke pantry.

Beberapa kali tergoda mo bikin kopi atau teh tapi gak jadi terus. Syukurlah, jadi kan aku minumnya air putih.


Labels: , ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 06:15 | Permalink | 0 komentar
Mar 20, 2008
Hana dan Biduran


Episode sakit mata a.k.a belekan belom selesai, tapi episode biduran tiba2 muncul begitu saja. Aku yang tadinya berusaha gak panik, jadi terpaksa panik.

Akhirnya nyadar kalo panik doang gak mengubah apapun, aku browsing2 lagi di milis SEHAT. Dan, nemulah artikel hives ini di Mayo bersadarkan info yang ada di milis.

Setelah puas baca2 artikel lainnya ttg hives di Mayo, aku ubek2 lagi archive milis dan nemu beberapa bunga rampai Dr. Wati yang menyatakan kalo anak biduran yang sampe parah boleh aja dikasih CTM. Supaya yakin, aku telp sahabatku yang dokter gigi, Andini. Dini juga bilang gak apa, 1/4 aja katanya.

Aku telp Mama buat ngeyakinin sekali lagi dengan berharap si Mama bisa telp temennya yang dokter atau anak temennya yang lain yang juga dokter. Kalo nelpon temennya Mama gak enak karena dah malem (pdhal beliau tinggal di sebelah rumah, kayaknya sih gak apa cuma takut ganggu, kali besok pagi mo main juga ke sebelah, mo tanya2). Akhirnya nelpon anak temennya, tapi ternyata sekeluarga lg pada liburan.

Mama yang kuatir banget ma cucunya langsung meluncur ke rumah (cuma beda 6 rumah sih) sambil bawa buku ttg obat koleksi Mama. Setelah liat cucunya masih lompat2an baru si Mama berasa tenang dan malah beberes baju2 Jidah.

Aku yang masih maju-mundur soal CTM akhirnya nelpon kakak ipar, kali2 anaknya pernah dapet CTM. Ternyata pernah jaman dahulu kala di racikan puyer anak pertamanya (waktu itu belum ada milis SEHAT). Kakak ipar malah bikin aku tambah ragu.

Tapi, liat Hana kegatelan gitu juga gak tega. Akhirnya, sebelum bobo aku kasih juga 1/4 sambil bareng ngucap "Bismillah." Sekarang si Kriwil lagi bobo. Abi lagi ambil barang. Aku harusnya nulis (baca: kerja) tapi butuh ngeMPi buat ngilangin stress. Yah beginilah pekerja rumahan, orang2 lg pada libur kita malah ubek2an ma kerjaan hehehe...

Mudah2an besok ada kejelasan tentang kenapa si Han2 kecilku. Penasaran apa yang bikin dia biduran. Hm...kayaknya sih alergi dingin krn dr tadi pagi dia sempet nyebut2 kedinginan. Tapi, ini aneh, secara Hana biasanya gak betah gerah2an, maunya dingin2an. Abinya duluuu banget ternyata pernah biduran juga tapi lupa kenapa dan penanganannya gimana. Aku lagi nyatetin apa2 aja yang dah dimakan si Putri Han2 selama seharian ini, soalnya bisa jadi triggernya dari makanan juga.

Kalo anak sakit rasanya badan berasa pada sakit, padahal si anak mah masih lari2an, lompat2an, nari2...

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 19:25 | Permalink | 0 komentar
Hana dan Sakit Mata
Waktu umur 1,5 tahun, Hana pernah kena sakit mata, ketularan Mbaknya yang entah ketularan siapa gitu. Akibatnya serumah sakit mata, kecuali aku. Kok bisa? Soalnya aku menahan diri gak cium Hana (dan sumpah kangennya ampun2an, di depan mata tp gak bisa dicium2), pake bantal khusus yang gak nyampur ama bantal Hana n Abinya, menjaga daya tahan tubuh (minum vitamin, makan buah, dll), sering cuci tangan (kalo gak pake sabun ya pake antis n temen2nya) dan menjaga bgt supaya tangan gak nyentuh mata barang sedikit pun.

Eeehh setelah hampir 2 tahun berlalu, tiba2 akhir minggu lalu mata si Han2 belekan gitu. Gak merah sih, cuma belek aja dan beleknya juga gak banyak. Udah serem aja deh, soalnya awal minggu ini aku ada janji sama orang. Terpaksa semua acara pencegahan yang aku tulis di atas aku ulangi lagi (dan sekarang lagi kangen banget sama Hana).



Seperti biasa, aku selalu lari ke milis SEHAT kalo ada apa2 dengan Hana. Pas banget karena ada yang memang lagi ngebahas tentang sakit mata. Dan tahulah aku bahwa ada obat mata (yang sebenarnya bukan obat tetes biasa melainkan antibiotik) yang ber-steroid (steroid ini 'jahat' krn efek sampingnya bisa menyebabkan glaukoma) dan ada yang nggak.

Aku juga jadi tau kalo penyakit mata itu ada yang disebabkan bakteri (yang perlu dikasih antibiotik) dan ada yang disebabkan oleh virus (ini gak perlu antibiotik).

Jamannya Hana sakit mata pertama kali itu aku udah sering ubek2 milis SEHAT tapi masih takut2 ngikutinnya. Jadi, kadang masih apa2 n dikit2 ke dokter. Tapi, sekarang ke dokter kalo emang diperlukan aja dan kalopun iya, aku bakal lebih kritis.

Bukan mo promosi milis, tapi cuma pingin berbagi pengetahuan aja. Seperti yang aku kutip dari sini:

Kemitraan orang tua ("pasien") dengan dokter merupakan salah satu komponen penting dalam membesarkan anak. Namun demikian, kemitraan hanya bisa terwujud apabila kedua belah pihak sepakat bekerjasama, mengatur langkah agar tercipta suatu harmoni yang indah. Langkah yang harmonis hanya dapat tercipta apabila konsumen kesehatan juga menyadari kewajiban mereka untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan dasar kesehatan. Konsumen kesehatan yang baik menyadari bahwasanya kesehatan merupakan tanggung jawab bersama sehingga tidak menyerahkan seluruh beban ke pundak tenaga kerja.

Oh ya, ini hasil ubek2 dan konsultasiku di milis mengenai belekannya Hana:

Dari dr.Rozalina L Zulkarnain,SpM:

Untuk mata merah yang belekan, bisa disebabkan oleh virus atau bacterial. Membedakannya bisa dilihat dari bentuk belekannya. Kalau belekannya watery, jernih, agak lengket maka bisa dipastikan ini karena virus. Terapinya self limited (yang penting meningkatkan daya tahan tubuhnya) dan ditetesi normal saline untuk menyamankan kondisi permukaan mata. Dan jangan lupa..bersihkan sekret (kotoran) mata sesering mungkin ! Untuk yang belekannya purulen, kuning, biasanya karena bakteri. Nah untuk ini pengobatan dengan antibiotika diperlukan. Dokter mata biasanya akan memberikan pengobatan dengan antibiotika secara empiris. Memang tidak dengan kultur dulu (karena nunggu hasil kulturnya 1 minggu, sedangkan perjalanan penyakit hanya 4-5 hari), nanti kelamaan nunggu hasil kulturnya-padahal pengobatan bacterial conjunctivitis harus cepat agar tidak mengakibatkan komplikasi infeksi kornea yang mempengaruhi penglihatan. Jadi saran saya sebagai dokter mata, apabila dilihat dari discharge (belekannya) tidak kuning-kehijauan dan kental, maka ini disebabkan virus. Cukup kompres mata dengan kompres hangat- bersihkan kotoran mata sesering mungkin dengan kapas basah dan tetesi dengan normal saline 5-6 kali sehari. Jangan lupa tingkatkan daya tahan tubuh ya.


--------------------------------------------


Dari Dr. Apin:

From: Arifianto Apin
sekarang saya coba jawab lebih lengkap berdasarkan hasil browsing ya. Pertama, membedakan antara konjungtivitis akibat virus, bakteri, dan alergi (saya ambil dari pediatric on call): 1. Bacterial conjunctivitis:- It is seen as a pink eye. It affects both the eyes usually and leads to thick discharge of mucus from both the eyes. 2. Viral conjunctivitis: - Is a limited condition. It usually affects one eye and causes excessive tearing. The discharge is usually mild. 3. Allergic conjunctivitis:- It results in excessive tearing from the eyes and itching & redness in the eyes. It may sometimes be associated with a runny nose. 4. Opthalmia neonatorum:- Is conjunctivitis in the newborn. It requires emergency care and the neonatologist (physician caring for the baby) should be consulted immediately. It has to be treated urgently to prevent permanent eye damage or blindness. It is usually caused when the infant is exposed to the germs in the mother's birth canal. Gonococcus, C. trachomatis and herpes virus are the common causes. Yang jelas membedakan konjungtivitis virus dan bakteri agak sulit, lihat saja kata-kata di atas yang digunakan adalah 'usually'. Namun secara umum kalau 'belekan'-nya banyak dan lebih dari sehari belum> sembuh, kita curigai akibat bakteri. Non-prescription eye drops are needed for viral conjunctivitis. Antibiotic eye drops are required for bacterial conjunctivitis. Allergic conjunctivitis require steroid eye drops. However, do not use them without consulting your doctor. Kalau dari tanda dan gejala anaknya Mbak Susi, tidak mengarah ke alergi, paling mungkin akibat virus dan/atau bakteri. Bisa diberikan antibiotika topikal (tetes/salep mata) untuk akibat bakteri. Yang perlu diingat (diambil dari AAP): These viral infections tend to clear up on their own in a few days. Your doctor may prescribe an antibiotic - either eyedrops or an ointment - for bacterial conjunctivitis; make sure your child uses the antibiotic for the prescribed time period, even if the symptoms disappear. Two adults may be needed to administer the drops: one to hold the eye open and reassure the child while the other adult actually puts the drops in the eye. Also, periodically wash the eyelids, using a cotton ball soaked in warm water, to keep them from sticking together. Keep your child home until her eyes no longer have a discharge. Jadi selain memberikan antibiotika, jangan lupa rajin membersihkan kotorannya. Mengenai kekhawatiran penggunaan antibiotika yang menyebabkan resistensi, belum ada bukti yang kuat mendukung. Jadi boleh saja memberikan antibiotika topikal ini (tapi tanpa steroid ya, karena tidak ada panduan yang mengatakan pemberian steroid pada konjungtivitis bakterialis). Lainnya dalam jurnal Lancet Juli 2005 menunjukkan Most children presenting with acute infective conjunctivitis in primary care will get better by themselves and do not need treatment with an antibiotic. Kalau mau baca Randomized Control Trial-nya di sini: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=PubMed&list_uids=1\
5993231&dopt=Citation
Sedangkan EBM-nya di sini: http://www.clinicalevidence.com/ceweb/conditions/eyd/0704/0704_I1.jsp Dari gambaran tanda dan gejala yang Mbak Susi sampaikan, anaknya mengalami konjungtivitis virus (disebabkan oleh virus). Diagnosis lainnya adalah konjungtivitis bakteri (disebabkan oleh bakteri). Sulit sekali membedakan antara kedua jenis konjungtivitis ini. Tapi biasanya kalau baru hari pertama, masih dicurigai akibat virus dahulu, sehingga pengobatannya lebih ke arah membuat anak merasa nyaman (sering-sering membersihkan kotoran matanya, mengompresnya dengan air hangat/dingin agar merasa nyaman). Namun jika berkepanjangan, sehingga dicurigai sebagai konjungtivitis bakteri, diberikan tetes mata yang mengandung antibiotika, salah satu yang tersering adalah kloramfenikol. Tidak perlu yang mengandung campuran steroid, cukup yang mengandung antibiotika saja. Bisa dilihat di kemasan obatnya. Demikian quick reply saya, berdasarkan ilmu yang masih saya ingat. Belum cek lagi seandainya ada update. Mari kita sama-sama browse di MayoClinic, AAP, atau WHO dengan keyword: 'conjunctivitis'. Konjungtivitis alergi tandanya lebih ringan dibandingkan dengan kedua di atas. Bila dihindarkan dari pencetusnya, mata tidak akan berair dan bengkak. Sekiranya jawaban saya ini layak di-posting ke milis, silakan di-posting agar bisa sharing dengan SPs yang lain. Maklum, saya jarang memantau milis dalam sebulan terakhir karena kesibukan di luar. Regards, Apin

Dan, masih banyak lagi hal lainnya. Cuma, saranku, sebelum 'nanya' ke milis, ubek2 dulu di search-nya. Kadang ada pertanyaan kita yang udah ditanyain sama anggota milis lainnya. Kalo gak ada ato kalo jawabannya kurang memadai, barulah nanya, supaya lebih efektif jalur thread di milis itu.

Thanks buat kakak iparku, Kak Ella, yang memperkenalkan milis ini ke aku. Thanks juga buat Dr. Wati dan dokter2 hebat lainnya.

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 08:23 | Permalink | 0 komentar