Mar 20, 2008
Hana dan Sakit Mata
Waktu umur 1,5 tahun, Hana pernah kena sakit mata, ketularan Mbaknya yang entah ketularan siapa gitu. Akibatnya serumah sakit mata, kecuali aku. Kok bisa? Soalnya aku menahan diri gak cium Hana (dan sumpah kangennya ampun2an, di depan mata tp gak bisa dicium2), pake bantal khusus yang gak nyampur ama bantal Hana n Abinya, menjaga daya tahan tubuh (minum vitamin, makan buah, dll), sering cuci tangan (kalo gak pake sabun ya pake antis n temen2nya) dan menjaga bgt supaya tangan gak nyentuh mata barang sedikit pun.

Eeehh setelah hampir 2 tahun berlalu, tiba2 akhir minggu lalu mata si Han2 belekan gitu. Gak merah sih, cuma belek aja dan beleknya juga gak banyak. Udah serem aja deh, soalnya awal minggu ini aku ada janji sama orang. Terpaksa semua acara pencegahan yang aku tulis di atas aku ulangi lagi (dan sekarang lagi kangen banget sama Hana).



Seperti biasa, aku selalu lari ke milis SEHAT kalo ada apa2 dengan Hana. Pas banget karena ada yang memang lagi ngebahas tentang sakit mata. Dan tahulah aku bahwa ada obat mata (yang sebenarnya bukan obat tetes biasa melainkan antibiotik) yang ber-steroid (steroid ini 'jahat' krn efek sampingnya bisa menyebabkan glaukoma) dan ada yang nggak.

Aku juga jadi tau kalo penyakit mata itu ada yang disebabkan bakteri (yang perlu dikasih antibiotik) dan ada yang disebabkan oleh virus (ini gak perlu antibiotik).

Jamannya Hana sakit mata pertama kali itu aku udah sering ubek2 milis SEHAT tapi masih takut2 ngikutinnya. Jadi, kadang masih apa2 n dikit2 ke dokter. Tapi, sekarang ke dokter kalo emang diperlukan aja dan kalopun iya, aku bakal lebih kritis.

Bukan mo promosi milis, tapi cuma pingin berbagi pengetahuan aja. Seperti yang aku kutip dari sini:

Kemitraan orang tua ("pasien") dengan dokter merupakan salah satu komponen penting dalam membesarkan anak. Namun demikian, kemitraan hanya bisa terwujud apabila kedua belah pihak sepakat bekerjasama, mengatur langkah agar tercipta suatu harmoni yang indah. Langkah yang harmonis hanya dapat tercipta apabila konsumen kesehatan juga menyadari kewajiban mereka untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan dasar kesehatan. Konsumen kesehatan yang baik menyadari bahwasanya kesehatan merupakan tanggung jawab bersama sehingga tidak menyerahkan seluruh beban ke pundak tenaga kerja.

Oh ya, ini hasil ubek2 dan konsultasiku di milis mengenai belekannya Hana:

Dari dr.Rozalina L Zulkarnain,SpM:

Untuk mata merah yang belekan, bisa disebabkan oleh virus atau bacterial. Membedakannya bisa dilihat dari bentuk belekannya. Kalau belekannya watery, jernih, agak lengket maka bisa dipastikan ini karena virus. Terapinya self limited (yang penting meningkatkan daya tahan tubuhnya) dan ditetesi normal saline untuk menyamankan kondisi permukaan mata. Dan jangan lupa..bersihkan sekret (kotoran) mata sesering mungkin ! Untuk yang belekannya purulen, kuning, biasanya karena bakteri. Nah untuk ini pengobatan dengan antibiotika diperlukan. Dokter mata biasanya akan memberikan pengobatan dengan antibiotika secara empiris. Memang tidak dengan kultur dulu (karena nunggu hasil kulturnya 1 minggu, sedangkan perjalanan penyakit hanya 4-5 hari), nanti kelamaan nunggu hasil kulturnya-padahal pengobatan bacterial conjunctivitis harus cepat agar tidak mengakibatkan komplikasi infeksi kornea yang mempengaruhi penglihatan. Jadi saran saya sebagai dokter mata, apabila dilihat dari discharge (belekannya) tidak kuning-kehijauan dan kental, maka ini disebabkan virus. Cukup kompres mata dengan kompres hangat- bersihkan kotoran mata sesering mungkin dengan kapas basah dan tetesi dengan normal saline 5-6 kali sehari. Jangan lupa tingkatkan daya tahan tubuh ya.


--------------------------------------------


Dari Dr. Apin:

From: Arifianto Apin
sekarang saya coba jawab lebih lengkap berdasarkan hasil browsing ya. Pertama, membedakan antara konjungtivitis akibat virus, bakteri, dan alergi (saya ambil dari pediatric on call): 1. Bacterial conjunctivitis:- It is seen as a pink eye. It affects both the eyes usually and leads to thick discharge of mucus from both the eyes. 2. Viral conjunctivitis: - Is a limited condition. It usually affects one eye and causes excessive tearing. The discharge is usually mild. 3. Allergic conjunctivitis:- It results in excessive tearing from the eyes and itching & redness in the eyes. It may sometimes be associated with a runny nose. 4. Opthalmia neonatorum:- Is conjunctivitis in the newborn. It requires emergency care and the neonatologist (physician caring for the baby) should be consulted immediately. It has to be treated urgently to prevent permanent eye damage or blindness. It is usually caused when the infant is exposed to the germs in the mother's birth canal. Gonococcus, C. trachomatis and herpes virus are the common causes. Yang jelas membedakan konjungtivitis virus dan bakteri agak sulit, lihat saja kata-kata di atas yang digunakan adalah 'usually'. Namun secara umum kalau 'belekan'-nya banyak dan lebih dari sehari belum> sembuh, kita curigai akibat bakteri. Non-prescription eye drops are needed for viral conjunctivitis. Antibiotic eye drops are required for bacterial conjunctivitis. Allergic conjunctivitis require steroid eye drops. However, do not use them without consulting your doctor. Kalau dari tanda dan gejala anaknya Mbak Susi, tidak mengarah ke alergi, paling mungkin akibat virus dan/atau bakteri. Bisa diberikan antibiotika topikal (tetes/salep mata) untuk akibat bakteri. Yang perlu diingat (diambil dari AAP): These viral infections tend to clear up on their own in a few days. Your doctor may prescribe an antibiotic - either eyedrops or an ointment - for bacterial conjunctivitis; make sure your child uses the antibiotic for the prescribed time period, even if the symptoms disappear. Two adults may be needed to administer the drops: one to hold the eye open and reassure the child while the other adult actually puts the drops in the eye. Also, periodically wash the eyelids, using a cotton ball soaked in warm water, to keep them from sticking together. Keep your child home until her eyes no longer have a discharge. Jadi selain memberikan antibiotika, jangan lupa rajin membersihkan kotorannya. Mengenai kekhawatiran penggunaan antibiotika yang menyebabkan resistensi, belum ada bukti yang kuat mendukung. Jadi boleh saja memberikan antibiotika topikal ini (tapi tanpa steroid ya, karena tidak ada panduan yang mengatakan pemberian steroid pada konjungtivitis bakterialis). Lainnya dalam jurnal Lancet Juli 2005 menunjukkan Most children presenting with acute infective conjunctivitis in primary care will get better by themselves and do not need treatment with an antibiotic. Kalau mau baca Randomized Control Trial-nya di sini: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=PubMed&list_uids=1\
5993231&dopt=Citation
Sedangkan EBM-nya di sini: http://www.clinicalevidence.com/ceweb/conditions/eyd/0704/0704_I1.jsp Dari gambaran tanda dan gejala yang Mbak Susi sampaikan, anaknya mengalami konjungtivitis virus (disebabkan oleh virus). Diagnosis lainnya adalah konjungtivitis bakteri (disebabkan oleh bakteri). Sulit sekali membedakan antara kedua jenis konjungtivitis ini. Tapi biasanya kalau baru hari pertama, masih dicurigai akibat virus dahulu, sehingga pengobatannya lebih ke arah membuat anak merasa nyaman (sering-sering membersihkan kotoran matanya, mengompresnya dengan air hangat/dingin agar merasa nyaman). Namun jika berkepanjangan, sehingga dicurigai sebagai konjungtivitis bakteri, diberikan tetes mata yang mengandung antibiotika, salah satu yang tersering adalah kloramfenikol. Tidak perlu yang mengandung campuran steroid, cukup yang mengandung antibiotika saja. Bisa dilihat di kemasan obatnya. Demikian quick reply saya, berdasarkan ilmu yang masih saya ingat. Belum cek lagi seandainya ada update. Mari kita sama-sama browse di MayoClinic, AAP, atau WHO dengan keyword: 'conjunctivitis'. Konjungtivitis alergi tandanya lebih ringan dibandingkan dengan kedua di atas. Bila dihindarkan dari pencetusnya, mata tidak akan berair dan bengkak. Sekiranya jawaban saya ini layak di-posting ke milis, silakan di-posting agar bisa sharing dengan SPs yang lain. Maklum, saya jarang memantau milis dalam sebulan terakhir karena kesibukan di luar. Regards, Apin

Dan, masih banyak lagi hal lainnya. Cuma, saranku, sebelum 'nanya' ke milis, ubek2 dulu di search-nya. Kadang ada pertanyaan kita yang udah ditanyain sama anggota milis lainnya. Kalo gak ada ato kalo jawabannya kurang memadai, barulah nanya, supaya lebih efektif jalur thread di milis itu.

Thanks buat kakak iparku, Kak Ella, yang memperkenalkan milis ini ke aku. Thanks juga buat Dr. Wati dan dokter2 hebat lainnya.

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 08:23 | Permalink |


0 Komentar: