Aug 1, 2007
Kalimat Positif untuk Orang Di Sekeliling
Kadang tanpa sadar, mungkin aku pernah mengatakan sesuatu yang membuat orang lain down. Selesai aku mengucapkannya, mungkin aku langsung lupa.

Tapi, apakah yang mendengar akan lupa?

Bisa iya, bisa tidak. Kalau si pendengar tipe cuek bebek, mungkin akan masuk kuping kanan keluar kuping kiri.

Tapi, kalau ternyata si pendengar tipe orang yang sensitif atau pada saat itu sedang sensitif? Mungkin, kalimatku itu akan begitu mengenai hatinya, bahkan menghantam keras sekali.

Kadang, apa yang kita katakan memiliki efek begitu besar pada orang yang mendengar. Kadang nada judgemental yang keluar dari mulut kita bahkan memengaruhi jalan hidup seseorang, bagaimana ia melihat dunia, bagaimana ia memaknai hidup, bagaimana ia mengartikan persahabatan.

Pernah nonton acara Mario Teguh di O-Channel? Apa yang dirasakan setelah mendengar apa yang dikatakan Pak Mario? Kalau aku, hidup terasa lebih positif.

Sering ikut ceramah keagamaan? Apa yang dirasakan setelahnya? Kalau aku, hati lebih tentram.

Jadi, bayangkan betapa kalimat positif yang kita dengar membuat kita merasa lebih 'hidup.'

Itulah kenapa sebaiknya aku harus terus mencoba menahan diri untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan negatif, terutama pada orang-orang yang 'curhat' sama aku. Orang yang curhat berarti dia sedang berada dalam situasi yang kurang mengenakkan. Kalau ditambah lagi dengan pernyataan negatif? Bukankah akan jadi lebih tidak mengenakkan baginya?

Tapi, bagaimanapun keadaannya, kalimat positif akan lebih enak terdengar di telinga dan terasa di hati. Kalimat positif mampu membangkitkan semangat yang sedang turun sekalipun dan semakin meningkatkan semangat yang sedang naik.

Aku masih belajar untuk membuat mulutku lebih banyak mengeluarkan kalimat-kalimat positif. Mudah-mudahan berhasil.

Aku-->mengeluarkan kalimat positif-->Pendengar bersemangat-->Pendengar-->mengeluarkan enerji positif-->Aku semakin positif.

"Siapa menabur angin akan menuai badai."

Labels: ,

 
ditulis oleh Nadiah Alwi - Write at Home Mom pada jam 11:56 | Permalink |


1 Komentar:


  • August 5, 2007 at 4:38 PM, Blogger A Feminist Blog

    Well, kadang aku sadar bahwa lidahku ini setajam sembilu :) dan kadang lupa bahwa aku ini juga termasuk orang yang sensi kalo dengar orang ngomong yang nyelekit buat hatiku.
    Setelah menyadari hal tersebut (better late than never, huehehehe ...), aku mulai mengerem lidahku itu. But ya kadang2 masih kelepasan juga sih, kalo kebetulan ngomong sama orang yang lola alias loadingnya lama. hahahaha ...